Menelisik Serba Serbi Hukum Nikah Siri yang Jarang Diketahui

Menelisik Serba Serbi Hukum Nikah Siri yang Jarang Diketahui

Bagi sebagian orang, mendengar istilah nikah siri sudah bukanlah hal yang tidak asing lagi. Namun disisi lain, banyak juga orang yang belum memahami bahkan masih sangat awam perihal istilah nikah siri ini. Jika anda salah satunya dan merasa penasaran dengan hal hal yang berkaitan dengan istilah serta hukum nikah siri itu sendiri, yuk simak ulasannya berikut ini.

Beragam Alasan Terjadinya Nikah Siri

Jika dilihat dari kacamata norma agama Islam, ada larangan bahwa laki laki dan perempuan yang belum menikah tidak diperkenankan untuk berduaan, bermesraan, berciuman dan juga bersetubuh. Yang mana perbuatan tersebut akan berubah statusnya menjadi halal, sah dan berpahala apabila diikat dengan tali pernikahan. 

Dari konteks tersebut, maka nikah siri ini berfungsi sebagai alat untuk melegalisasi tindakan atau perbuatan tertentu bagi pelakunya. Melalui cara nikah siri inilah, seseorang akan memperoleh ketenangan dan juga jiwa yang lebih tentram. Selain itu, cara ini juga dijadikan sebagai upaya untuk mengatasi perasaan gelisah, resah akibat pernah melakukan perbuatan dosa lainnya. 

Alasan lain yang mendasari seseorang memilih untuk melakukan nikah siri, juga bisa dilandasi karena hubungan yang sedang dijalani tidak mendapat restu dari pihak orang tua dan keluarga besar. Meskipun hukum nikah siri itu sendiri masih kontroversial, tapi ada juga pasangan yang menjadikannya sebagai pembenaran.

Tidak hanya itu saja, namun alasan lain terjadinya nikah siri karena didasarkan pada kondisi keuangan yang tidak mencukupi untuk melakukan pernikahan. Daripada memiliki banyak hutang demi sebuah pernikahan yang mewah, maka pasangan lebih memilih menikah dengan cara nikah siri melalui acara yang sederhana dan hanya mengundang beberapa kerabat dekat saja. 

Bentuk Bentuk Nikah Siri

Bentuk pertama dalam nikah siri yaitu berlangsungnya pernikahan tanpa ada wali, tanpa saksi, dan juga tanpa pengumuman. Contohnya saja seperti sepasang muda mudi yang saling menuliskan janji pernikahan, lalu keduanya menyimpan kertas tersebut sebagai bukti. Perilaku nikah yang seperti ini bersifat batil atau tidak sah karena tidak memenuhi syarat pernikahan yang semestinya. 

Selanjutnya ada pula pernikahan dengan dihadiri oleh wali dan saksi namun tidak ada pengumuman. Menurut mazhab Maliki dan riwayat Imam Ahmad, hukum nikah siri seperti ini bersifat tidak sah. Sedangkan jika menurut mayoritas ulama, pernikahan ini sah karena sudah memenuhi semua syarat pernikahan. 

Bentuk nikah siri berikutnya yaitu pernikahan yang dihadiri oleh saksi dan tidak ada wali. Jika dilihat dari mazhab Hanafi, pernikahan seperti ini hukumnya sah, namun jumhur ulama berpendapat jika pernikahan semacam ini hukumnya tidak sah. Mengapa? Karena syarat sah nikah adalah dengan adanya kehadiran wali. 

Selanjutnya yaitu pernikahan dengan adanya wali tanpa saksi, diumumkan di satu tempat, namun dirahasiakan di tempat lain. Menurut mazhab Maliki dan riwayat dari Imam Ahmad, hal ini diperbolehkan. Sedangkan jumhur ulama menganggap pernikahan tersebut hukumnya tidak sah karena tidak ada saksi. 

Bentuk terakhir yaitu pernikahan dengan wali dan saksi yang diumumkan di satu tempat, namun dirahasiakan di tempat lain. Hukum nikah siri ini dianggap sah meskipun tanpa adanya pencatatan resmi dari kantor urusan agama atau KUA berdasarkan dari Kompilasi Hukum Islam Pasal 4 ayat 7.

Itulah beberapa ulasan seputar nikah siri, mulai dari alasan seseorang memilih melakukan nikah siri, hingga beberapa bentuk nikah siri yang umumnya terjadi di kalangan masyarakat. Dari informasi tersebut, anda diharapkan memiliki ilmu yang lebih dalam dan juga wawasan yang berkenaan dengan hukum pernikahan.

0 komentar:

Posting Komentar